Perbedaan ATM Visa dan GPN

Perbedaan Atm Visa Dan Gpn

ATM Visa dan GPN merupakan sistem transaksi pembayaran yang cukup sering digunakan di Indonesia. Keduanya memiliki perbedaan dan karakteristik berbeda yang menarik untuk diulas.

Sama-sama sebagai sistem pembayaran non-tunai, apa perbedaan dari ATM Visa dan GPN? Manakah dari keduanya yang paling unggul? Mari simak penjelasan lengkapnya di bawah ini!

Apa Itu ATM Visa dan GPN?

Visa adalah sebuah penyedia jasa keuangan dimana produk pembayarannya dapat dipakai di seluruh penjuru dunia. Produk ini dikeluarkan secara resmi oleh Visa International Service Association dari Amerika Serikat. Dimana perusahaan tersebut telah berdiri sejak 1955.

Sebagai penyedia jasa keuangan, Visa menyediakan fasilitas transfer data elektronik di seluruh dunia. Sehingga turis tidak perlu membawa banyak uang tunai karena dapat menggunakan kartu debit berlogo VISA untuk transaksi non-tunai.  

Jika di luar negeri ada Visa, di Indonesia juga ada sistem transaksi non-tunai yang diberi nama GPN atau Gerbang Pembayaran Nasional. Dimana GPN sendiri adalah sebuah sistem pembayaran yang dicetuskan oleh Bank Indonesia. Fungsi GPN ini sendiri adalah untuk mengintegrasikan transaksi antar bank di Indonesia.

Gerbang Pembayaran Nasional atau GPN ini sendiri telah dicetuskan sejak 1996 oleh Gubernur BI saat itu, Sudrajad Djiwandono. Perencanaan GPN ini masuk ke dalam cetak biru sistem pembayaran nasional kala itu.

Baca Juga :   Cara Menaikkan Limit Kredivo Mudah dan Cepat

Kemudian, di tahun 2011, Bank Indonesia bersama beberapa perusahaan switching ATM mendiskusikan sistem pembayaran yang efisien di Indonesia sebagai cikal bakal berdirinya GPN. Bertahun-tahun kemudian, akhirnya GPN resmi diluncurkan pada bulan Desember 2017.

GPN memungkinkan nasabah melakukan transaksi non-tunai dengan biaya yang lebih murah, hanya dikenakan sebesar 1 persen dari keseluruhan total transaksi. Selain itu bertransaksi dengan GPN juga lebih efisien karena pembayaran non-tunai bisa diproses di dalam negeri.

Perbedaan ATM VISA dan GPN

Perbedaan Atm Visa Dan Gpn

Kehadiran GPN dalam dunia finansial Indonesia membuat masyarakat Indonesia memiliki banyak pilihan untuk melakukan transaksi elektronik. Sebenarnya apakah perbedaan yang dimiliki kartu ATM VISA dan GPN? Inilah beberapa perbedaan ATM Visa dan GPN!

Pertama, mengenai area layanan yang dimiliki ATM Visa dan GPN. Kartu ATM Visa dapat digunakan untuk bertransaksi di Indonesia maupun di luar Indonesia dengan memanfaatkan jaringan Visa Internasional. Sedangkan kartu ATM GPN hanya dapat digunakan untuk bertransaksi di Indonesia.

Kemudian, untuk biaya transfer antar bank. Jika menggunakan kartu ATM GPN, nasabah dapat mentransfer uang antar bank dengan biaya yang murah, yakni hanya berkisar Rp 2.500 hingga Rp 4.000. Berbeda dengan kartu ATM Visa yang mengenakan biaya Rp 6.500 per transaksinya.

Begitupun dengan biaya tarik tunainya. Pengguna kartu ATM GPN cukup mengeluarkan biaya tarik tunai sebesar Rp 3.500 hingga Rp 4.000an. Nasabah yang menggunakan kartu ATM Visa perlu mengeluarkan biaya sebesar Rp 6.500 sampai Rp 7.500an untuk tarik tunai di mesin ATM.

Baca Juga :   Cara Agar Tidak Diundang Grup Telegram

Lalu, sistem keamanan yang dimiliki kartu ATM GPN juga terbilang baik karena memiliki kartu chip yang terstandarisasi sehingga nasabah terhindar dari aksi pencurian data atau skimming. Proses transaksi juga mudah karena dapat dipakai di seluruh mesin ATM dan EDC.

Dari kedua alat transaksi keuangan tersebut manakah yang lebih prefer?

Jika dilihat dari kegunaannya, baik ATM Visa maupun GPN memang memiliki keunggulan masing-masing tergantung dimana ia digunakan. Jika kamu sedang berada di luar Indonesia, maka lebih baik gunakan Visa ketimbang GPN. Sedangkan untuk keamanan maupun biaya transaksi keduanya tam banyak memiliki perbedaan.

Itulah pengertian dan perbedaan dari ATM Visa dan GPN sebagai sistem transaksi keuangan masa kini. Semoga bermanfaat. 

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.